Bank Jakarta Gandeng Jakmania Perluas Inklusi Keuangan Nasional

Kamis, 19 Februari 2026 | 10:05:12 WIB
Bank Jakarta Gandeng Jakmania Perluas Inklusi Keuangan Nasional

JAKARTA - Menghubungkan dunia olahraga dengan layanan keuangan kini menjadi pendekatan baru yang kian relevan di tengah kebutuhan literasi finansial masyarakat. 

Komunitas suporter, yang dikenal solid dan memiliki ikatan emosional kuat, dinilai sebagai pintu masuk strategis untuk memperluas akses layanan perbankan. 

Dari ruang tribun hingga kantor cabang, interaksi sosial yang terbentuk di sekitar sepak bola dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi keuangan yang lebih membumi. 

Inilah semangat yang dibawa Bank Jakarta melalui program inklusi keuangan bertema “From the Pitch to the Branch”, sebuah pendekatan yang mengaitkan atmosfer lapangan hijau dengan literasi dan akses perbankan.

Program ini diwujudkan lewat pertemuan antara pemain Persija Jakarta dengan komunitas suporter The Jakmania di kantor cabang Bank Jakarta, Jakarta, pada Rabu.

Mengusung semangat dari lapangan ke kantor cabang, kegiatan tersebut menjadi ruang interaksi sekaligus edukasi keuangan bagi komunitas, khususnya pencinta sepak bola. Pendekatan ini dipilih agar pesan inklusi keuangan terasa lebih dekat dengan keseharian masyarakat, tidak sekadar sebagai program formal, tetapi pengalaman yang menyenangkan.

Selain sesi temu penggemar dan foto bersama pemain Persija, acara ini juga diisi dengan edukasi perbankan serta kemudahan pembukaan rekening dan aktivasi layanan mobile banking JakOne Mobile secara langsung di lokasi. 

Dengan membawa layanan ke ruang yang akrab bagi komunitas suporter, Bank Jakarta berupaya menurunkan hambatan psikologis masyarakat untuk berinteraksi dengan perbankan. 

Kehadiran pemain Persija memberi daya tarik tambahan, sekaligus mendorong antusiasme peserta untuk mengenal produk dan layanan yang ditawarkan.

Pendekatan Komunitas Dalam Literasi Keuangan

Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo, menegaskan bahwa pendekatan berbasis komunitas menjadi strategi efektif untuk mendorong inklusi keuangan.

 “Melalui tema From the Pitch to the Branch, kami ingin membawa energi dan semangat kebersamaan dari lapangan ke dalam layanan perbankan. Inklusi keuangan berarti memastikan setiap lapisan masyarakat, termasuk komunitas suporter, memiliki akses terhadap layanan keuangan yang aman, mudah, dan bermanfaat,” ujar Agus. 

Pernyataan ini menegaskan bahwa Bank Jakarta melihat komunitas bukan hanya sebagai segmen pasar, melainkan mitra dalam memperluas literasi finansial.

Dalam praktiknya, pendekatan komunitas membantu mempercepat adopsi layanan perbankan karena peserta merasa berada di lingkungan yang familiar. Interaksi informal, diskusi ringan seputar produk perbankan, hingga pengalaman langsung membuka rekening membuat proses literasi terasa lebih relevan. 

Upaya ini juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi keuangan daerah yang hadir di tengah aktivitas komunitas, bukan hanya di balik meja layanan formal.

Layanan Perbankan Yang Diperkenalkan

Dalam kesempatan tersebut, Bank Jakarta memperkenalkan berbagai produk dan layanan unggulannya, mulai dari Kartu Debit VISA, pembukaan rekening tabungan, penggunaan QRIS untuk transaksi non-tunai, hingga optimalisasi mobile banking untuk kebutuhan transaksi sehari-hari.

 Pengenalan ini dilakukan secara langsung agar peserta dapat memahami manfaat praktis setiap layanan. Dengan demikian, literasi keuangan tidak berhenti pada tataran informasi, tetapi berlanjut pada pengalaman penggunaan.

Kemudahan aktivasi JakOne Mobile di lokasi acara menjadi nilai tambah karena peserta bisa langsung mencoba layanan digital perbankan. Langkah ini sejalan dengan upaya mendorong transaksi non-tunai di lingkungan komunitas olahraga, termasuk pada aktivitas pendukung pertandingan. 

Akses yang lebih mudah terhadap layanan digital diharapkan membantu suporter mengelola transaksi harian dengan lebih aman dan efisien, sekaligus meningkatkan inklusi keuangan di tingkat akar rumput.

Kolaborasi Olahraga Sebagai Medium Edukasi

Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta, Arie Rinaldi, menambahkan bahwa kolaborasi dengan Persija merupakan bentuk dukungan dalam membangun ekosistem keuangan yang inklusif dan berbasis komunitas. 

“Kami memandang olahraga, khususnya sepak bola, sebagai medium pemersatu yang kuat dalam membangun interaksi dan aktivitas masyarakat. Melalui kolaborasi ini, Bank Jakarta ingin memastikan inklusi keuangan hadir secara nyata, tidak hanya sebagai program, tetapi sebagai gerakan bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelas Arie. 

Pandangan ini menempatkan olahraga sebagai jembatan sosial yang efektif untuk membawa pesan edukasi keuangan ke ruang publik.

Ke depan, Bank Jakarta berencana menghadirkan program serupa di berbagai titik komunitas untuk memperluas jangkauan layanan. Sinergi antara sektor olahraga dan perbankan diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif di Jakarta. 

Dengan memperkuat kehadiran di komunitas, bank daerah ini ingin memastikan layanan keuangan dapat diakses lebih luas, termasuk oleh kelompok masyarakat yang selama ini belum terjangkau secara optimal.

Dukungan Lintas Cabang Olahraga

Komitmen Bank Jakarta dalam mendukung olahraga dan memperluas inklusi keuangan tidak hanya terwujud melalui kolaborasi dengan Persija. 

Sebelumnya, Bank Jakarta juga menjalin kerja sama strategis dengan Pelita Jaya Jakarta sebagai bagian dari upaya memperluas literasi serta akses layanan keuangan kepada komunitas olahraga dan generasi muda. 

Melalui kolaborasi lintas cabang olahraga ini, Bank Jakarta mendorong pemanfaatan layanan perbankan digital di lingkungan pertandingan, mendukung ekosistem UMKM terkait, serta menghadirkan program edukasi keuangan bagi komunitas suporter dan atlet muda.

Sinergi lintas cabang olahraga tersebut menjadi wujud nyata peran Bank Jakarta sebagai institusi keuangan yang aktif membangun ekosistem ekonomi dan sosial berbasis komunitas. Dengan menghadirkan layanan perbankan di ruang-ruang yang dekat dengan masyarakat, upaya inklusi keuangan tidak lagi terasa eksklusif, melainkan menjadi bagian dari aktivitas keseharian komunitas olahraga.

Terkini