Review Cream Blush Makeup by Mario Setalah Sebulan Dipakai

Kamis, 19 Februari 2026 | 10:05:14 WIB
Review Cream Blush Makeup by Mario Setalah Sebulan Dipakai

JAKARTA - Tren blush dengan tampilan pipi merona natural dan efek kulit sehat masih jadi incaran banyak pecinta makeup. Bukan cuma soal warna, tekstur dan hasil akhir juga makin dipertimbangkan karena berpengaruh besar pada tampilan keseluruhan riasan. 

Di tengah ramainya produk cream blush di pasaran, salah satu yang kerap dibicarakan adalah Soft Pop Plumping Blush Veil dari brand Makeup by Mario milik makeup artist langganan Kim Kardashian, Mario Dedivanovic. Produk ini diklaim punya tekstur ringan, efek plump, dan hasil dewy yang memberi ilusi “kulit sehat dari dalam”.

Untuk melihat apakah klaim tersebut benar terasa di pemakaian sehari-hari, produk ini dipakai secara rutin selama kurang lebih satu bulan. Shade yang dicoba adalah Rose Crush, warna rose pink dengan sentuhan hangat yang disebut-sebut aman untuk berbagai undertone. 

Selama pemakaian, blush ini dipakai untuk aktivitas harian hingga acara santai, sehingga performanya bisa dirasakan dalam berbagai kondisi. Dari situ, pengalaman penggunaan, kenyamanan tekstur, hingga ketahanan warnanya bisa dinilai secara lebih objektif.

Kesan Awal Produk Di Kulit

Saat pertama kali di-swatch di tangan, teksturnya terasa berbeda dari kebanyakan cream blush. Bukan tipe creamy padat yang tebal atau terlalu basah, melainkan gel-cream yang ringan dan mudah diratakan. 

Sensasinya terasa lembap ketika menyentuh kulit, sejalan dengan klaim adanya kandungan hyaluronic acid yang membantu memberi efek hidrasi saat diaplikasikan. Tekstur ini membuat produk terasa nyaman bahkan saat digunakan tipis-tipis.

Shade Rose Crush sendiri tampil sebagai warna rose pink dengan sentuhan hangat. Bukan pink yang terlalu cool, juga tidak mengarah ke coral, sehingga posisinya berada di tengah. Di kulit dengan undertone warm, warnanya terlihat natural, menyerupai rona pipi sehat setelah sedikit terpapar matahari. 

Kesan yang muncul bukan “blush on terlihat”, melainkan seperti kulit memang sedang segar dan merona alami. Inilah yang membuat produk ini terasa pas untuk tampilan harian atau gaya makeup minimalis.

Pengalaman Aplikasi Sehari Hari

Selama pemakaian, blush ini dicoba dengan beberapa metode aplikasi, yakni menggunakan jari, brush stippling, dan sponge. Dari ketiganya, hasil paling menyatu dengan kulit terasa saat diaplikasikan memakai jari. 

Panas alami dari jari membantu produk lebih mudah “meleleh” dan menyatu, sehingga finish terlihat lebih seamless. Dengan brush atau sponge, hasilnya tetap rapi, namun kesan menyatu ke kulit tidak sehalus saat menggunakan jari.

Untuk pencinta blush dengan warna intens, satu layer mungkin terasa kurang karena hanya memberi efek merona tipis dan sheer. Namun justru di situlah keunggulannya, karena bisa di-layer tanpa terlihat patchy. 

Penambahan layer membuat warna lebih hidup tanpa mengganggu tekstur base makeup di bawahnya. Pigmentasi yang tidak terlalu kuat membuat produk ini terasa aman untuk daily makeup, terutama bagi yang ingin tampilan segar tanpa terlihat terlalu “dandan”.

Tampilan Akhir Di Wajah

Hasil akhirnya dewy, tetapi bukan dewy yang greasy. Lebih ke efek kulit lembap yang sehat. Dalam pencahayaan natural, pipi tampak glowing tipis tanpa kesan berminyak. 

Produk ini juga tidak mengandung glitter, sehingga kilau yang muncul murni berasal dari efek basah dan pantulan cahaya pada kulit, bukan shimmer. Untuk tampilan no-makeup makeup, hasilnya terlihat halus dan natural, seolah pipi memang sedang dalam kondisi sehat.

Finish seperti ini cocok dipadukan dengan complexion ringan seperti tinted moisturizer atau skin tint. Efeknya membuat wajah tampak segar tanpa terlihat berat. Namun, bagi yang kurang suka tampilan dewy, perlu penyesuaian dengan setting tipis di area tertentu agar hasilnya tetap nyaman dipakai seharian.

Ketahanan Dan Pertimbangan Harga

Soal ketahanan, cream blush ini terasa kurang tahan lama, terutama pada jenis kulit yang cenderung oily. Warna bisa memudar lebih cepat dibandingkan blush powder atau cream blush dengan formula lebih matte. Untuk membantu daya tahannya, perlu di-set tipis dengan translucent powder. 

Dengan cara ini, warna bisa bertahan lebih lama meski tetap tidak masuk kategori long-lasting. Hal ini masih wajar mengingat formulanya berbasis cream dengan fokus pada tampilan dewy.

Dari sisi harga, produk ini masuk kategori high-end. Dengan hasil yang ditawarkan, blush ini memang menarik untuk pencinta makeup dengan finish dewy natural. Namun, secara jujur, ini bukan opsi utama karena saat ini sudah banyak cream blush lokal yang mampu memberi hasil serupa dengan harga jauh lebih terjangkau. Perlu dicatat juga bahwa produk ini belum resmi hadir di Indonesia. 

Pembelian dilakukan melalui jasa titip dengan harga sekitar Rp 700 ribu, sementara harga aslinya di luar negeri adalah US$ 34 atau setara kurang lebih Rp 574 ribu. Selisih harga tersebut tentu menjadi pertimbangan tersendiri sebelum memutuskan membeli.

Review ini menunjukkan bahwa kualitas produk sejalan dengan klaimnya, namun faktor harga dan ketersediaan menjadi poin penting yang patut dipikirkan matang-matang.

Terkini